Konfirmasi Pembayaran | Testimonial | Review | Video | Cara Berbelanja | Tips & Trik | Facebook | Instagram | F.A.Q

Home » Review Jam Tangan Casio » G-Shock » Review Casio G-Shock GW-B5600AR-1, sikotak berwajah merah

Review Casio G-Shock GW-B5600AR-1, sikotak berwajah merah

 


CHOOSE LANGUAGE



Subscribe to our channel to access more than 1000 videos and get a chance to win free gift from us


 

 

Perpaduan warna hitam dan merah memang acap kali menjadi senjata rahasia dari G-Shock, cukup banyak sekali model-model G-Shock yang dibalut dengan kombinasi kedua warna tersebut menjadi best seller.
Termasuk GW-B5600AR-1 ini, yang hadir lebih telat dibandingkan warna hitam/biru GW-B5600-2. Namun laju penjualan untuk simuka merah ini benar-benar deras jauh melampaui kakaknya ( GW-B5600-2 ).
Hal ini memang tidak terlepas dari apiknya kombinasi antara warna merah di lcd display dengan warna hitam pada bagian lainnya.

Masih hadir dengan kemasan standard berupa box kotak ( kardus ) berwarna hitam dan juga kaleng pelindung segi-enam sebagai wadah terdalam untuk G-Shock ini. Sepertinya G-Shock memang cukup “malas” untuk menggantinya dengan sesuatu yang lebih “wah” atau ingin mempertahankan kemasan yang dianggap ikonik juga.

Langsung kita beralih pada bagian LCD display yang memang sangat eye-cactching, apalagi dalam kondisi gelap disaat kita menekan tombol lampu.
Warna merah pada lcd display pun semakin menjadi-jadi, apalagi untuk data dan informasi pada jam juga tetap dapat ditampilkan dengan kontras yang sangat bagus, sehingga sangat gampang untuk dibaca.

Banyak yang cukup ragu dengan warna ini, karena dianggap lebih cocok untuk anak muda ataupun ABG, namun banyak juga yang tidak mau ambil pusing walaupun dianggap sedikit “lebay”.
Saran kami, jika Anda suka maka tidak ada salahnya untuk Anda pakai, bukan?

Bagian LCD memang selalu memiliki kelemahan saat harus kita tatap dari sudut yang cukup miring, demikian juga LCD GW-B5600AR-1 ini.
Memang terlihat semua data pada bagian LCD menjadi tidak jelas, namun siapa sih yang melihat jam dengan posisi miring begitu?
Just relax, jam G-shock yang kita bicarakan ini harganya hanya Rp 1jutaan, sudah sewajarnya jika ada beberapa bagian atau fitur yang tidak sempurna bukan?
Namun lebih baik Anda mengetahuinya dahulu sebelum Anda beli, karena semua model G-Shock juga memiliki kelemahan ini.

Beralih pada fitur yang paling membuat orang penasaran, yaitu mobile link. Fitur ini menggunakan koneksi bluetooth pada jam tangan dan smartphone kita untuk saling berkoneksi.
Oke to the point saja, untuk fitur mobile link ini sendiri bisa dikatakan sudah sangat “usang” teknologinya jika kita bandingkan dengan smartwatch yang ada diluaran saat ini.

Yah jelas saja, karena G-Shock connected ini pada dasarnya hanya sebagai perpanjangan tangan kita untuk melakukan setting pada jam tangan. Hampir semua fitur yang ada pada G-Shock Connected tersebut bisa kita lakukan langsung pada jam tangan G-Shock kita.
Jadi menurut kami, aplikasi ini sebenarnya sedikit tidak berguna dan setelah beberapa waktu mungkin akan Anda lupakan.
Yah kecuali, bagi anda yang tidak mau repot melakukan setting dari jam tangan Anda maka aplikasi ini akan cukup bermanfaat.
Untuk koneksi yang kami coba pada samsung galaxy S8+ cukup cepat dan stabil.

Tapi lupakanlah mengenai fitur-fitur pada jam G-Shock ini, anggap saja semua itu adalah bonus. Karena jika Anda membeli sebuah jam tangan G-Shock, umumnya karena bentuknya yang gagah dan tangguh. Apalagi G-Shock terkenal memiliki masa pakai yang sangat lama. Biasanya untuk penggantian baterai dimulai dari 12 – 24 bulan penggunaan. Untuk baterai g-shock sendiri sangat murah, kecuali untuk beberapa tipe tough solar seperti GW-B5600AR-1 ini. Menurut pemantauan kami, baterai solar ini dijual mulai dari Rp 200.000,- an. Tentunya jika masuk ke casio center akan menjadi lebih mahal.

Bagaimana dengan fitur tough solar? Apakah memiliki perbedaan signifikan dengan baterai biasa?
Menurut pengalaman kami, keduanya tidak memiliki umur yang terpaut jauh. Walaupun secara data pembeli kami, baterai regular memang lebih cepat rusak dibandingkan baterai solar.

Tetapi fitur tough solar ini sendiri mampu “menipu” banyak pembeli atau bahasa kasarnya memanipulasi bahwa saat harus membeli G-Shock “wajib” harus membeli yang telah memiliki fitur tough solar.

Padahal sekali lagi, tidak terdapat perbedaan signifikan antara batre regular maupun solar, bahkan saat harus mengganti baterai maka jelas sipemilik jam tangan g-shock solar akan lebih kebingungan.

Kemudian ada juga fitur Multiband 6 yang juga merupakan teknologi yang diunggulkan G-Shock pada berbagai model pilihan. Namun sayang sekali fitur multiband 6 ini sendiri tidak dapat digunakan di Indonesia, mengapa?

Karena di Indonesia sendiri tidak memiliki pemancar frekwensi untuk mendukung fitur multiband 6 ini. Multiband 6 ini sendiri merupakan fitur otomatis untuk menyesuaikan waktu di jam tangan kita.

Fitur yang jarang di “up” malah merupakan fitur yang sangat penting menurut kami, water resistant 200 meter. Mengapa sangat penting?
Karena fitur ini merupakan cerminan betapa kuatnya jam tangan G-Shock ini, terutama untuk harga Rp 1jutaan. Sering sekali kami menemukan jam tangan dengan merk-merk lain yang harus “terkapar” di service center ataupun tukang reperasi jam tangan karena kemasukan air.
Hal yang cukup jarang terjadi pada G-Shock, kecuali kesalahan dari sang pengguna yang tidak menjaga kebersihan pada bagian-bagian penting jam mereka.

Comments are closed.

WhatsApp Click to WhatsApp